29.6 C
Pekalongan
Kamis, Mei 13, 2021

27 PUSKESMAS IKUTI REMBUG STUNTING KABUPATEN PEKALONGAN 2021

Must read


SURYANEWS.ID – KAJEN PEKALONGAN – Stunting menjadi istilah yang cukup populer akhir-akhir ini karena berkaitan dengan kualitas hidup manusia. Dimana menurutnya, stunting merupak gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami oleh anak-anak yang disebabkan oleh gizi buruk, kemudian infeksi berulang, stimulasi psikososial yang tidak memadai.

‘’Seorang anak dianggap stunting jika tinggi badannya berada di bawah standar deviasai di bawah standar ukuran anak. Hal ini dijelaskan oleh WHO yang harus menjadi pedoman kita semua,’’ ungkap Bupati Pekalongan H.Asip Kholbihi, SH.M.Si, pada hari ini, Selasa (20/4/2021) pada acara Rembug Stunting yang diselenggaran oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan secara langsung maupun melalui zoom meeting di aula lantai 1. Acara diikuti secara on line oleh 27 Puskesmas, Kecamatan dan desa desa Lokus Stunting.

Bupati Asip melanjutkan, bahwa secara data sendiri di Kabupaten Pekalongan telah mengalami penurunan angka stunting dari tahun 2019 sampai tahun 2020 kemarin. Menurutnya ‘’Di kita catatannya adalah pada tahun 2020 ada sebanyak 1631 anak yang stunting atau 15,81% dari 10.316 balita yang di timbang. Dan ini juga menurun dari tahun 2019 yang sebesar 21,43%,’’

BUPATI PEKALONGAN ASIP KHOLBIHI MEMBERIKAN PENGHARGAAN DALAM ACARA REMBUG STUNTING KABUPATEN PEKALONGAN 2021

Dan menurut Bupati Asip angka 15.81% ini juga harus dipikirkan melalui rembug stunting ini secara sistematik sehingga dari tahun ke tahun penurunannya lebih tajam lagi.

Selain itu Ia juga mengatakan bahwa stunting ini harus dicegah sedini mungkin karena akibatnya yang sangat fatal. ‘’Selain mengalami fungsi kognitif dan keterlambatan motorik, anak-anak stunting juga beresiko mengalami permasalahan kesehatan di masa dewasa. Dan bagi perempuan makan ia akan melahirkan bayi yang lebih kecil dan akan beresiko melambungkan lingkaran setan kemiskinan dalam keluarga. Jadi ini penting karena untuk mengurai agar persoalan-persoalan di belakang hari bisa kita antisipasi sedemikian rupa,’’jelasnya.

Dan karena masalah stunting merupakan masalah multidimensional, Bupati Asip mengatakan bahwa masalah ini harus diselesaikan dnegan melibatkan banyak sektor supaya bisa cepat diselesaikan.

Acara Rembug Stunting Kabupaten Pekalongan 2021, diikuti secara on line oleh 27 Puskesmas, Kecamatan dan desa desa Lokus Stunting

‘’ Ada faktor multidimensional yang tidak hanya disebabkan oleh gizi buruk saja yang dialami oleh ibu hami maupun anak balita, oleh karena itu penanganan stunting harus ditangani secara pentahelik yaitu koordinasi antar sektor dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan,’’ ujarnya.

Selain itu, tambah Bupati Asip, pemerintah desa juga menjadi hal penting dalam permasalahan ini ,karena menurutnya, nanti dana desa bisa diarahkan untuk infrastruktur dalam rangka menangani atau pencegahan dini terhadap keluarga yang berpotensi akan mengalami stunting.

Selain itu, lanjut Bupati Asip, Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga akan terus melakukan upaya-upaya konfirmasi, singkronisasi, dan sinergitas dari hasil analisis situasi dan susunan rancangan kegiatan dari OPD penanggung jawab layanan di tingkat kabupaten dengan hasil perencanaan partisipatif masyarakat dalam rangka penurunan stunting.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, mewakili Dinkes Kabupaten Pekalongan, Dr.Budi Darmoyo mengatakan dalam sambutannya, bahwa tujuan puncak dari acara rembug stunting ini adalah untuk meningkatkan sinergitas dan singkronisasi hasil analisis situasi serta penyusunan rencana kegiatan dalam upaya pencegahan stunting di Kabupaten Pekalongan.

‘’Tujuannya memang pada akhirnya untuk pencegahan stunting di Kabupaten Pekalongan,’’ ujarnya.

Selain itu, dikatakan oleh Dr. Budi Darmoyo bahwa dalam acara rembug stunting ini juga diberikan penghargaan terhadap tiga puskesmas terbaik dalam upaya penurunan stunting di Kabupaten Pekalongan. Dimana penghargaan tersebut diberikan kepada Puskesmas Kesesi 1, Pusksesmas Paninggaran dan Puskesmas Bojong 1.

‘’ Sebagai bentuk memberikan apresiasi terhadap Pemerintah Kabupaten Pekalonga diberikan 3 penghargaan terbaik bagi puskemas dalam penurunan stunting yaitu Puskesmas Kesesi 1, Puskesmas Paninggaran, dan Puskesmas Bojong 1,’’ pungkasnya.(thd/adm)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article