29.6 C
Pekalongan
Kamis, Mei 13, 2021

Nekad Beroperasi Di Bulan Ramadhan, 3 PSK dan 4 Lelaki Hidung Belang Terjaring Razia

Must read

SURYANEWS.ID – PEMALANG – Lantaran tetap nekad beroperasi di bulan Ramadhan 2021 ini, Empat lelaki hidung belang dan tiga orang perempuan yang diduga berprofesi sebagai penjaja seks komersial, Rabu (28/04/2021) malam hari,  diamankan oleh Satpol PP Kabupaten Pemalang di kompleks warung remang-remang Ambowetan, Comal. Selain itu puluhan miras turut diamankan dalam operasi penyakit masyarakat (Pekat)

Para PSK masih nekad terus beroperasi di pertengahan bulan Ramadan, berdalih karena terdesak kebutuhan menjelang lebaran, terlebih selama masa pandemi susah cari uang, sedangkan kebutuhan ekonomi harus terpenuhi.

Razia gabungan antara Satpol PP Pemda Pemalang dengan anggota Komisi A ini, dimulai dengan menyisir  empat titik tempat prostitusi yang diduga masih beroprasi di bulan Ramadan. Menyusul dikeluarkannya surat edaran dari pemkab yang berisi penutupan tempat hiburan malam selama bulan Ramadan.

Titik pertama, warung remang-remang Calam di sebelah utara Terminal Pemalang, namun tidak menemukan satupun warung yang buka. Titik kedua, di warung remang-remang Jatirejo, Kecamatan Ampelgading juga tidak ada satupun yang buka, diduga operasi telah bocor.

Baru di titik ketiga, kompleks warung remang-remang Ambowetan, Kecamatan Comal, belasan petugas Sapol PP dan anggota Komisi A DPRD tersebut menemukan beberapa warung masih buka. Petugas mengamankan puluhan miras berbagai merek di salah satu warung tersebut.

Selain itu, empat laki-laki dan tiga perempuan yang diduga sebagai PSK di lokasi tersebut. Petugaspun mendata dan menyita identitas mereka, dan meminta untuk datang ke esokan harinya ke Kantor Satpol PP Pemalang.

Plt Kasatpol PP Pemalang, Achmad Hidayat mengungkapkan pihaknya akan melakukan langkah persuasif terlebih dahulu. “Sementara ini kita lakukan pembinaan, kita upayakan langkah persuasif terlebih dahulu kita bina dan kita data. Jika nantinya mereka mengulangi lagi, terpaksa harus diamankan, muaranya Tipiring,” katanya.

Dayat berharap para pengusaha tempat hiburan malam mematuhi aturan untuk tutup sementara di Bulan Ramadan. “Bukan kita membatasi ruang gerak untuk mencari nafkah, tapi lagi-lagi kami menegakan aturan Perbub 21 tahun 2016 tentang penyelenggaraan hiburan malam. Yang didalamnya mengatur tempat hiburan malam tutup selama bulan suci Ramadan,” ungkapnya. (wartadesa.net)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article