29.6 C
Pekalongan
Kamis, Mei 13, 2021

Purnama Ramadhan Telah Datang

Must read

SURYANEWS.ID – Tak terasa, purnama Ramadhan di tengah pandemic tahun kedua telah muncul begitu cantik bulannya. Langit indah dengan hiasan bulan purnama Ramadhan. 15 hari dari Ramadhan mulia ini telah pergi meninggalkan kita dengan segala amalan baik/buruk bagi pelakunya. Kita adakah yang mana?!

Rentetan 15 hari adalah sama dengan 24 jam x 15 hari merupakan potongan waktu dari sisa usia kita. Nikmat ditundanya ajal sehingga Allah pertemukan kita dengan bulan Ramadhan tahun ini adalah nikmat yang tidak tertandingi, meskipun sejatinya kita sebagai hamba-Nya berlumuran dosa, namun karena Rahmat-Nya Allah masih memberikan kita kesempatan menikmati hidangan dan jamuan lezat di bulan Ramadhan ini, padahal di sekitar kita banyak nyawa berguguran.

Tak kenal sebab bila ajal memang sudah mendekat. Sebagian gugur karena sebab covid-19, sebagian lagi tanpa sebab, tetiba Ia ambil mereka menghadapNya. Sebagian lagi pun gugur dalam tugas kenegaraan. Tugas mulia di bulan mulia. Peristiwa gugurnya pahlawan negara pada misi kenegaraan “KRI Nanggala 402” menyisakan duka mendalam. Sekelumit doa yang khusyu’ terpanjatkan ya Rabb, ampuni mereka dan jadikan mereka memperoleh husnul khotimah.

Lima belas hari dari Ramadhan yang telah pergi, adakah membekas di hati-hati kita? Adakah malah rasa bosan datang menghampiri, dan menjadi hari-hari Ramadhan menjadi sebatas aktifitas rutin menjemukan?. Sahur, puasa, tarawih, tilawah hanya sebatas aktifitas biasa yang tanpa rasa karena telah berjalan selama 15 hari terlewat?. Ah, sungguh diri ini benar merugi bila ini terjadi.

Supaya rasa itu tidak datang, maka beberapa hal yang perlu kita siapkan. Menghadirkan niat karena Allah dalam ibadah kita. Hadirkan niat, dan rasakan kehadirannya, bahwa berpuasa, merasa lapar dahaga, ibadah tarawih dan qiyam Ramadhan hanya untuk Allah. Memaknai tiap lafal yang kita ucapkan selepas tarawih, sebagai salah satu bagian niat puasa.

Bila dijiwai maknanya, maka akan dapat membantu kita untuk menjadikan puasa adalah ibadah yang Lillahi Ta’ala. Menghadirkan pula sederet pahala agung puasa di bulan mulia ini akan menjadikan kita terasa ringan mengerjakan. Pun menjadikan kita selalu semangat menjalankannya, mematikan rasa bosan yang datang mendera. Bila muncul rasa bosan melakukan tarawih, maka ingat hadis Nabi: “dan sungguh Allah memiliki ‘Utaqa’ pada tiap malamnya”. ‘Utaqa’ adalah kata jama’ dari ‘atiiq, yang berarti hamba yang dibebaskan dari neraka.

Hadis tentang pembebasan neraka dikaitkan dengan bulan Ramadhan sangat banyak dengan beragam redaksi. Imam Ahmad dalam Musnadnya meriwayatkan hadis: “Sesungguhnya Allah memiliki ‘Utaqa’ pada tiap hari dan malamnya (bulan Ramadhan)”, sementara riwayat Ibnu Majah: “Sesungguhnya Allah memiliki ‘Utaqa’ pada malam (bulan Ramadhan)”. Al Baihaqi meriwayatkan: “Sesungguhnya Allah memiliki ‘Utaqa’ pada tiap waktu buka puasa” pun meriwayatkan juga: “Sesungguhnya Allah memiliki ‘Utaqa’-hamba yang dibebaskan dari neraka pada tiap malam Ramadhan sebanyak 60 Ribu hamba. Dan ketika hari raya, maka Allah memiliki ‘Utaqa’ dengan jumlah sama seperti selama 30 hari Ramadhan”.

Hadis-hadis di atas dapat dipahami bahwa pada bulan Ramadhan Allah membebaskan banyak hamba-Nya dari neraka, pada tiap harinya dengan mengampuni dosa-dosa mereka, mengabulkan doa mereka, dan menjauhkan mereka dari berbuat kemaksiatan yang bisa menjadi sebab terseretnya hamba ke neraka. Janji Allah ini seyogyanya dapat memotivasi seorang muslim untuk terus bersemangat berlomba-lomba dalam kebaikan dan menggunakan Ramadhan di hari-hari yang tersisa dengan baik, hingga mereka mendapatkan kemuliaan menjadi bagian dari ‘utaqaa’ di Bulan Ramadhan ini.

Selamat menjalankan hari-hari yang tersisa dari Bulan Ramadhan dengan penuh semangat dan kebaikan. Semoga Allah jadikan kita termasuk dari bagian ‘utaqaa’Nya. (Latifa Muna Az-fa/thd/adm)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article